Thursday, December 1, 2016

Puding, Si Menu Hidangan Penutup Sejak Abad Pertengahan

Siapa yang tak kenal puding. Makanan yang termasuk jenis menu hidangan penutup atau biasa disebut dessert ini amat digemari dari mulai anak-anak sampai orang tua karena rasanya yang manis dan nikmat. Sajian ini umumnya dibuat dari berbagai jenis bahan makanan yang dimasak dengan cara direbus, dikukus atau juga dipanggang. Hidangan penutup ini juga dapat disajikan dalam keadaan dingin maupun hangat dengan teksturnya yang populer di sini adalah kenyal seperti agar-agar atau ada juga yang lembut seperti roti, pie atau custard.



Meskipun amat dikenal di masa kini, puding  ternyata memiliki sejarah yang panjang, dimana makanan ini merupakan sajian hidangan kuno yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu di benua Eropa, yang dibuat dari bahan dasar daging dan lemak hewan. Menurut sejarahnya, kata pudding berasal dari aksen bahasa Perancis yaitu Boudin yang berarti “sosis darah”. Di wilayah Eropa abad pertengahan, istilah pudding ini umumnya mencirikan setiap menu dari daging yang dibungkus. Hidangan ini dikenal sejak awal sebagai menu makanan dengan citarasa gurih karena dibuat dari daging cincang yang dicampur dengan kacang-kacangan, lemak hewan, dan ditambahkan tepung kemudian dibentuk lonjong panjang seperti sosis. Sejak saat itu hingga sekarang, dikenal beberapa macam jenis pudding citarasa gurih seperti black pudding. Pease pudding, liver pudding, cheese pudding, corn pudding dan sejenisnya yang disajikan hangat. Jenis hidangan ini harus langsung disajikan selagi hangat karena bahan dasarnya menggunakan lemak hewan yang membuat rasanya menjadi gurih. Dan bila sudah dingin tentunya hidangan sejenis ini sudah tak lagi nikmat untuk disantap.

Di wilayah Britania Raya, pudding adalah istilah bagi menu hidangan penutup yang menggunakan bahan dasar telur dan tepung kemudian dimasak dengan cara direbus, dipanggang ataupun direbus. Sejak abad ke 19, hidangan ini memang mengarah pada makanan yang disajikan hangat. Hot pudding, adalah istilah yang digunakan untuk menamai jenis makanan ini. Umumnya hidangan penutup saat itu sudah memiliki citarasa manis, dan teksturnya menyerupai kue bolu atau cake. Didalam hot pudding ini biasa ditambahkan buah-buahan kering atau pun kacang-kacangan. Hot pudding ini juga dikenal dengan sebutan Christmas pudding karena biasa disajikan di tiap malam natal yang dingin.

Di Indonesia, jenis hidangan penutup ini umumnya diberi tambahan bahan makanan yang mencirikan kekhasan negeri kita, seperti santan, gula merah, tapai ketan hitam, kelapa muda dan daun pandan. Cara penyajiannya pun terbagi menjadi dua cara, yaitu:

  1. Disajikan hangat.
Untuk jenis pudding yang disajikan hangat, biasanya dessert ini dibuat dengan campuran berbagai bahan dasar diantaranya tepung terigu atau tepung beras, telur, gula, susu atau bisa juga diganti dengan santan dan tambahan bahan lainnya, kemudian dimasak dengan cara dipanggang atau dikukus. Setelah matang, sajian ini langsung disajikan dalam keadaan hangat. Tekstur hidangan penutup ini mirip seperti cake atau roti namun lebih lembut.

  1. Disajikan dingin.
Hidangan pudding yang disajikan dingin, umumnya dibuat dari bahan dasar agar-agar atau gelatin, tepung maizena, gula, dan bahan tambahan lain kemudian dimasak dengan cara direbus. Setelah perebusan selesai, hidangan ini kemudian didinginkan lebih dahulu, baru kemudian siap disantap. Tekstur hidangan ini umumnya kenyal dan segar.

Apapun cara penyajian dan juga bahan baku yang digunakan untuk membuat sajian menu hidangan penutup ini, tetap saja puding selalu menjadi makanan favorit yang digemari dan diminati oleh berbagai kalangan. Sehingga dimanapun ia disajikan, kehadirannya tak akan mungkin pernah diabaikan.


Bagikan

Jangan lewatkan

Puding, Si Menu Hidangan Penutup Sejak Abad Pertengahan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.